Bismillahirrohmanirrohim
Sekitar 3 bulan terakhir ini, wajah saya di hinggapi jerawat. Awalnya hanya satu dua, lama2 kedua pipi penuh, dan hampir separoh jidat di tutupi jerawat. Awalnya saya cuek, ah paling hilang sendiri. Biasanya kalau berjerawat saat PMS akan hilang dan bekasnya pun hilang.
Kali ini tidak, jerawat besar2, gatal, dan sakit. Sangat mengganggu saya menjalankan hari2 saya. Terutama ketika sujud saat sholat. sujud gak bisa khusuk karena jidat sakit saat menempel sajadah. Juga saat memakai jilbab, jerawat2 yang dipipi terasa sakit saat tersenggol jilbab. Dan suami mulai protes "jerawatmu kok jadi banyak"
Mulai bingung saya, mencoba mencari-cari apa penyebabnya. awalnya saya kira karena saya alergi telor. saya mencoba berhenti makan telor sekitar sebulan...eeee si jerawat masih muncul juga. kemudian saya coba stop konsumsi dairy products, eeee si jerawat masih nongol. Kemudian saya mikir, apa karena jenis kontrasepsi yang saya pakai (IUD Paragard), lalu saya memutuskan untuk melepasnya. Saya research di goolgle, banyak ibu2 dengan paragard mengeluh soal jerawat.
Treatment. Saya nyoba buka amazon buat nyari acne treatment yang halal dan natural. Ketemu fresh made product made in LA, lumayan menolong buat bekas jerawat, tapi si jerawat baru terus bermunculan tiap hari. Kemudian saya google lagi, nyari home remedy buat acne. Saya nyoba minyak kelapa, lemon, air cucian beras, baking soda, cuka apel, saya pakai bergantian. karena saya lebih sering dirumah jadi saya punya waktu.
Dari percobaan tersebut diatas, jerawat dan bekas berkurang, tapi tetep muncul yang baru. Lama-lama saya kok gak tlaten, ngiri juga lihat foto2 di medsos ibu2 mukanya pada kinclong. Saya mikir, mungkin saya perlu semacam suplemen buat kulit. Akhirnya saya buka amazon lagi, saya ketik 'halal skin supplement' muncullah gluta 30000, saya gak baca ingredient nya, saya pikir karena udah pakai kata kunci halal maka hanya produk halal yang muncul. Ternyata setelah datang saya nyoba nyari label halal di boxnya kok nggak ada, lalu saya baca ingredientnya dan ternyata ada bahan dari placenta dan coenzyme q10, saya ragu apakah kedua bahan tersebut halal atau tidak. sedih dan kecewa. sudah nunggu 2 minggu buat barang datang dan keluar kocek ternyata harus membuangnya.
Kemudian saya iseng buka ebay (belum punya acc ebay), saya ketik lagi 'halal acne treatment' kemudian muncul sepaket (sabun muka, toner, krim malam, dan krim siang) ada label halalnya, produk dari Philipina tapi barangnya ada didalam US, saya pikir pasti cepet nyampainya (sudah gak tahan dengan jerawat). Akhirnya saya order. Dalam 3 hari barang nyampe ke saya. Saya coba, hari kedua saya pakai produknya muka saya mengelupas, merah, perih, jerawat makin banyak. Kontan saya panik. Lalu saya coba research lagi kenapa reaksi nya begini. Ada beberapa orang mengatakan itu wajar, seminggu dua minggu pertama reaksinya begitu. Tapi saya takut. Sudah 3 hari ini wajah rasanya panas sekali. Saya tidak tau harus diapain lagi. padahal seminggu terakhir ini juga saya barengin dengan nano spray, tapi wajah makin parah.
Renungan. Baru nyadar, wajah jerawatan gini aja dipikirin siang malam. bukannya sibuk beristigfar, mungkin jerawat di hati lebih banyak. waktu banyak terbuang.
Bismillah, harus fokus lagi dengan prioritas2. jangan hati dan fikiran dikuras oleh jerawat. sabar aja, in syaa Alloh pergi sendiri entar.
Friday, May 22, 2015
Wednesday, December 31, 2014
Maafkan aku cermin2 ku
Bissmillahirrohmanirrohim
Dari Abu Hurairah berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الْمُؤْمِنُ مِرَآةُ أَخِيْهِ، إِذَا رَأَى فِيْهِ عَيْباً أَصْلَحَهُ
“Seorang mukmin adalah cermin bagi saudaranya. Jika dia melihat suatu aib pada diri saudaranya, maka dia memperbaikinya.” (Hasan secara sanad)
Bila engkau adalah cerminku, Tempatku mencari bayang agar aku bisa mempercantik diri. Alat yang kujadikan acuan untuk membenahi akhlaq perilakuku. Sarana untuk menscan noda-noda hatiku.
Mengapa aku sering mencelamu, mengutukmu, ingin menjauhimu, dan memecahkanmu.
Sungguh benar kata pepatah "buruk muka cermin dibelah"
Sejatinya, bukan engkau yang tidak jernih, bukan engkau yang tidak mampu memantulkan refleksi yang indah, bukan engkau yang bersalah.
Namun nyatanya, akulah yang penuh cacat, tubuhku penuh borok, mukaku dijamuri jerawat, rambutku yang kusut tidak terawat.
Maafkanlah aku yang selalu menudingmu, menyalahkanmu atas segala keburukanku.
Harusnya kubersihkan diri dulu, memaskeri hatiku agar putih, me-make up-i otakku agar mampu berfikir penuh kasih.
Biarkanlah aku, beri aku waktu, sampai saatnya nanti aku siap mengaca kembali, dan berucap terimakasih kepadamu oh para cerminku, yang telah menunjuki aku bagaimana bisa mempercantik tubuh, fikiran dan hati ini.
*suatu siang yang dingin di penghujung 2014
Monday, December 15, 2014
Beranak pinak dan bersuami
Bismillah
Berakar dari keluarga broken home, saya dulu bercita-cita mengabdikan diri buat keluarga, terutama buat anak. Ketika saya kuliah, saya bener-bener serius salah satunya karena pengen mempelajari dasar-dasar perkembangan anak (*jurusan psikologi). Bahkan skripsi saya fokus pada anak gifted (pengen punya anak gifted waktu itu). Sering ketika menelfon kakak-kakak, kami berdiskusi bagaimana kami harus serius menjadi orang tua, merawat dan mendidik anak dengan sepenuhnya, mengenyampikan diri, kalo sudah punya anak, harus fokus pada anak-anak.
Saya juga pernah sekolah dibidang kesehatan sebentar, agar paling tidak bisa melakukan first aid bila anak-anak sakit. Belajar bahasa Inggris mati-matian salah satunya saya pingin anak-anak bisa lancar bahasa Inggris (dulu gak kebayang anak-anak saya bakal lahir dinegara berbahasa Inggris). memberanikan diri belajar nyupir karena saya pingin bisa bawa anak-anak main atau nganter mereka les privat, karena suami pasti kerja. Intinya saya mencoba mempersiapkan diri menjadi ibu yang cekatan, yang mandiri (gak terlalu ngerepotin suami), yang bisa ngerawat dan mendidik anak dengan maksimal.
Dulu ketika sebelum menikah, juga sering membayangkan jadi istri yang pintar di banyak hal, tentunya dalam urusan rumah tangga. Mengabdi pada suami, merawat rumah dengan rapih, mesasak yang cantik dan lezat, pokoknya pengen jadi istri perfect lah. Tidak cengeng, bisa jadi temen curhat suami, bisa mendukung dan menyemangati suami, tidak cerewet, selalu bisa bersabar menerima kekurangan suami, selalu bisa sabar bila suami marah atau suntuk, akan tetap tersenyum ketika suami marah, atapun bisa tegar dihadapan anak ketika sedang berselisih dengan suami.
Ya, semua itu yang saya persiapkan dan saya impikan. Tapi hidup berumah tangga itu bukan dalam angan-angan, ini praktek hidup nyata, sering kali berbenturan dengan yang kita inginkan atau kita rencanakan. Masalah datang bertubi silih berganti. Bicarakan, jangan dipendam, biar tidak menumpuk dan akhirnya seperti bom waktu, yang bisa meledak setiap saat.
Dari awal pernikahan sebaiknya bisa saling jujur mengenei kekurangan masang-masing. Bisa mentoleransi, mengerti dan memaafkan kekurangan pasangan. Namun, diri juga harus peka dan rajin memperbaiki diri untuk pasangan. Jangan marah atau defens ketika dikritik. Segera minta maaf dan perbaiki diri. Mengenyampingkan ego, keinginan, ataupun hobi pribadi. karena sekarang sudah tidak bertanggungjawab tetntang keberadaan diri sendiri saja. Tapi ada anak, ada pasangan.
Ketika pasangan salah, atau anak berulah jangan langsung naik pitam, tahan dulu. Fahami mengapa mereka salah, mengapa mereka berulah, jangan langsung menghukum atau menghujat. Kalo tidak bisa menahan, tinggalkan mereka sejenak, kalaupun anak menangis, biarkan tinggalkan sebentar. Tata hati dan fikiran, tarin nafas pelan, berwudhu, baca istigfar. Ketika sudah tenang baru temui untuk menyelesaikan.
Karena kalau langsung bereaksi (kalau reaksinya salah) pada suami, malah akan menimbulkan pertengkaran yang hebat, akan menimbulkan penyesalan, akan bisa menyakiti, kata ustad Nouman, sangat mudah buat kita untuk berkata kasar atau menyakiti orang dekat (keluarga), orang yang seharusnya kita hormati Suami) dan sayangi (anak-anak) lebih dari orang lain. Sangat mudah memasang muka manis dan berkata sopan dan lembut kepada orang baru kita temui (pengen meng impres), namun sulit untuk melakukan hal-hal tersebut kepada orang-orang terdekat kita. What is wrong with us?
Hormatilah dan sayangilah suamimu. Di menit Ijab qobul, dia mengambil alih tanggung jawab atas dirimu dari bapakmu. Dia harus menafkahimu, merawat, dan mendidikmu, padahal dia tidak berhutang apa-apa pada bapakmu. Dia meninggalkan ibunya tempat bermanja, untuk tinggal bersamamu dan memanjakanmu. Dia menomorduakan sahabat dan saudaranya karena ingin menomorsatukanmu, menemanimu, mengahbiskan waktu bersamamu. Maka INGAT, bila dia salah sedikit saja, jangan lupakan beban dipundaknya atas dirimu dan anak-anakmu, jangan lupakan semua kebaikan dan pengorbanannya hanya karena satu kesalahan yang dia perbuat. Jangan menceritakan aibnya pada siapa saja. Kalau kamu perlu curhat atau konsultasi pastikan kepada orang terdekat.
I love you Aa, semoga Alloh mempermudah aku untuk menjadi istri dan ibu sholehah. Aku memohon ampun kepada Alloh atas kecerobohanku selama menjadi istri dan ibu dari anak-anakmu. Maafkan aku Aa ku.
Berakar dari keluarga broken home, saya dulu bercita-cita mengabdikan diri buat keluarga, terutama buat anak. Ketika saya kuliah, saya bener-bener serius salah satunya karena pengen mempelajari dasar-dasar perkembangan anak (*jurusan psikologi). Bahkan skripsi saya fokus pada anak gifted (pengen punya anak gifted waktu itu). Sering ketika menelfon kakak-kakak, kami berdiskusi bagaimana kami harus serius menjadi orang tua, merawat dan mendidik anak dengan sepenuhnya, mengenyampikan diri, kalo sudah punya anak, harus fokus pada anak-anak.
Saya juga pernah sekolah dibidang kesehatan sebentar, agar paling tidak bisa melakukan first aid bila anak-anak sakit. Belajar bahasa Inggris mati-matian salah satunya saya pingin anak-anak bisa lancar bahasa Inggris (dulu gak kebayang anak-anak saya bakal lahir dinegara berbahasa Inggris). memberanikan diri belajar nyupir karena saya pingin bisa bawa anak-anak main atau nganter mereka les privat, karena suami pasti kerja. Intinya saya mencoba mempersiapkan diri menjadi ibu yang cekatan, yang mandiri (gak terlalu ngerepotin suami), yang bisa ngerawat dan mendidik anak dengan maksimal.
Dulu ketika sebelum menikah, juga sering membayangkan jadi istri yang pintar di banyak hal, tentunya dalam urusan rumah tangga. Mengabdi pada suami, merawat rumah dengan rapih, mesasak yang cantik dan lezat, pokoknya pengen jadi istri perfect lah. Tidak cengeng, bisa jadi temen curhat suami, bisa mendukung dan menyemangati suami, tidak cerewet, selalu bisa bersabar menerima kekurangan suami, selalu bisa sabar bila suami marah atau suntuk, akan tetap tersenyum ketika suami marah, atapun bisa tegar dihadapan anak ketika sedang berselisih dengan suami.
Ya, semua itu yang saya persiapkan dan saya impikan. Tapi hidup berumah tangga itu bukan dalam angan-angan, ini praktek hidup nyata, sering kali berbenturan dengan yang kita inginkan atau kita rencanakan. Masalah datang bertubi silih berganti. Bicarakan, jangan dipendam, biar tidak menumpuk dan akhirnya seperti bom waktu, yang bisa meledak setiap saat.
Dari awal pernikahan sebaiknya bisa saling jujur mengenei kekurangan masang-masing. Bisa mentoleransi, mengerti dan memaafkan kekurangan pasangan. Namun, diri juga harus peka dan rajin memperbaiki diri untuk pasangan. Jangan marah atau defens ketika dikritik. Segera minta maaf dan perbaiki diri. Mengenyampingkan ego, keinginan, ataupun hobi pribadi. karena sekarang sudah tidak bertanggungjawab tetntang keberadaan diri sendiri saja. Tapi ada anak, ada pasangan.
Ketika pasangan salah, atau anak berulah jangan langsung naik pitam, tahan dulu. Fahami mengapa mereka salah, mengapa mereka berulah, jangan langsung menghukum atau menghujat. Kalo tidak bisa menahan, tinggalkan mereka sejenak, kalaupun anak menangis, biarkan tinggalkan sebentar. Tata hati dan fikiran, tarin nafas pelan, berwudhu, baca istigfar. Ketika sudah tenang baru temui untuk menyelesaikan.
Karena kalau langsung bereaksi (kalau reaksinya salah) pada suami, malah akan menimbulkan pertengkaran yang hebat, akan menimbulkan penyesalan, akan bisa menyakiti, kata ustad Nouman, sangat mudah buat kita untuk berkata kasar atau menyakiti orang dekat (keluarga), orang yang seharusnya kita hormati Suami) dan sayangi (anak-anak) lebih dari orang lain. Sangat mudah memasang muka manis dan berkata sopan dan lembut kepada orang baru kita temui (pengen meng impres), namun sulit untuk melakukan hal-hal tersebut kepada orang-orang terdekat kita. What is wrong with us?
Hormatilah dan sayangilah suamimu. Di menit Ijab qobul, dia mengambil alih tanggung jawab atas dirimu dari bapakmu. Dia harus menafkahimu, merawat, dan mendidikmu, padahal dia tidak berhutang apa-apa pada bapakmu. Dia meninggalkan ibunya tempat bermanja, untuk tinggal bersamamu dan memanjakanmu. Dia menomorduakan sahabat dan saudaranya karena ingin menomorsatukanmu, menemanimu, mengahbiskan waktu bersamamu. Maka INGAT, bila dia salah sedikit saja, jangan lupakan beban dipundaknya atas dirimu dan anak-anakmu, jangan lupakan semua kebaikan dan pengorbanannya hanya karena satu kesalahan yang dia perbuat. Jangan menceritakan aibnya pada siapa saja. Kalau kamu perlu curhat atau konsultasi pastikan kepada orang terdekat.
I love you Aa, semoga Alloh mempermudah aku untuk menjadi istri dan ibu sholehah. Aku memohon ampun kepada Alloh atas kecerobohanku selama menjadi istri dan ibu dari anak-anakmu. Maafkan aku Aa ku.
Bukan pelajaran sejarah
Bismillah
Dulu, sekarang kadang-kadang juga masih, ketika membaca terjemahan Al-Qur'an, atau ketika mendengarkan tafsir Al-Qur'an, atau ketika mendengarkan Siroh Nabawiyah, atau ketika mendengarkan kisah-kisah nabi dan kaum terdahulu, masih terkesan seperti mendengarkan dongeng. Atau terasa seperti belajar pelajaran sejarah.
Mengapa masih sulit mengambil contoh, masih sulit mengambil pelajaran dari kisah-kisah tersebut. Kadang belajar kisah-kisah karena agar bisa mencerikatan kembali ke anak-anak. Atau bila sedang ngobrol sama rekan bisa menyisipkan kisah-kisah Nabi, agar terkesan lebih religius (Astagfirrulloh). Atau ketika halaqoh atau ada forum debat bisa mengeluarkan kisah-kisah sebagai landasan debat. Tapi tidak mencontoh Perilaku atau tindakan-tindakan Nabi. Tidak mengambil manfaat.
Mempercayai isi kandungan Al-qur'an seluruhnya, seutuhnya, bukan hanya tentang hukum-hukum saja, adalah bagian dari percaya Al-Qur'an sebagai bagian rukun iman, iman kepada kitab. Demikian juga mempercayai kisah-kisah nabi dan mampu mengambil pelajaran dari kisah-kisah tersebut adalah juga bagian dari percaya pada rukun iman, Iman kepada Rosul. Untuk percaya, berarti tidak hanya sebatas mengetahui sebagai pengetahuan, tetapi mengambil pelajaran dan mempraktekkannya.
Ya, semoga dipermudah memahami Al-Quran, mengajarkannya kembali dan mempraktekkan.
*Lamunan setelah membaca terjemahan sural ke 69, surah Al-Haaqqooh
Dulu, sekarang kadang-kadang juga masih, ketika membaca terjemahan Al-Qur'an, atau ketika mendengarkan tafsir Al-Qur'an, atau ketika mendengarkan Siroh Nabawiyah, atau ketika mendengarkan kisah-kisah nabi dan kaum terdahulu, masih terkesan seperti mendengarkan dongeng. Atau terasa seperti belajar pelajaran sejarah.
Mengapa masih sulit mengambil contoh, masih sulit mengambil pelajaran dari kisah-kisah tersebut. Kadang belajar kisah-kisah karena agar bisa mencerikatan kembali ke anak-anak. Atau bila sedang ngobrol sama rekan bisa menyisipkan kisah-kisah Nabi, agar terkesan lebih religius (Astagfirrulloh). Atau ketika halaqoh atau ada forum debat bisa mengeluarkan kisah-kisah sebagai landasan debat. Tapi tidak mencontoh Perilaku atau tindakan-tindakan Nabi. Tidak mengambil manfaat.
Mempercayai isi kandungan Al-qur'an seluruhnya, seutuhnya, bukan hanya tentang hukum-hukum saja, adalah bagian dari percaya Al-Qur'an sebagai bagian rukun iman, iman kepada kitab. Demikian juga mempercayai kisah-kisah nabi dan mampu mengambil pelajaran dari kisah-kisah tersebut adalah juga bagian dari percaya pada rukun iman, Iman kepada Rosul. Untuk percaya, berarti tidak hanya sebatas mengetahui sebagai pengetahuan, tetapi mengambil pelajaran dan mempraktekkannya.
Ya, semoga dipermudah memahami Al-Quran, mengajarkannya kembali dan mempraktekkan.
*Lamunan setelah membaca terjemahan sural ke 69, surah Al-Haaqqooh
Sunday, December 7, 2014
Huruf Mufakhomah dan Huruf Muroqoqoh
Bissmillahirrohmannirrohim
Dulu waktu kecil ketika belajar ngaji, taunya huruf hijayah itu ya alif ba taa dan seterusnya begitu saja. tidak pernah mengenal istilah huruf tebal (mufakhom) atau huruf tipis (muroqoq). Iya, dulu yang penting bisa mengucap hurufnya sudah beres. bahkan tidak tahu apa itu makroorijul huruf atau sifatul huruf (sampai sekarang masih berjuang untuk memahami sifatul huruf).
Sebenernya mengapa kita perlu faham soal huruf hijayah? Menurut saya pribadi, bila faham ternyata akan lebih mudah untuk mengeluarkan huruf-huruf hijayah tersebut dengan benar. Sebagai contoh, seringnya dulu saya mengira huruf dal dan dzal itu hampir sama. sehingga saya kadang berfikir, aah apa sih bedanya kalo ngucapinnya sama. dal lebih mudah di ucap daripada dzal. ternyata setelah belajar tajwid baru tahu, bahwa Dal dan Dzal harus diucapkan sesuai makhroojnya, kalo tidak bisa merubah arti.
Kembali pada huruf mufakhom dan muroqoq. Pertama kali mendengar istilah mufakhom bisa juga disebut tafkhim, dan muroqoq bisa juga disebut tarqiq, ketika saya bergabung dengan grup tahsin IMSA sister. Ketika kita membahas huruf Ro'. Namun ketika saya ikut mengaji di mesjid dekat tempat saya tinggal, saya belajar sesuatu yang berbeda lagi. Hari pertama saya ikut ngaji, si ustadzah "mengetes" seberapa saya tahu soal tajwid (padahal udah merasa PD kalo saya tahu banyak), beliau langsung tanya apakah huruf Nun itu termasuk huruf mufakhom apa muroqoq. Saya hanya menggeleng. seumur-umur saya belum pernah mendengar istilah ini. Lalu beliau menjelaskan :
Huruf Mufakhomah itu adalah huruf tebal. Huruf yang cara pengucapannya dengan mengangkat pangkal lidah, membuat lidah bagian tengah seperti cekung ke bawah. Huruf 2 tersebut adalah : Kho, Ghoin, Shod, Dhod, Dzho, Tho, Qof. dan Ro (ada ketentuan tersendiri buat Ro, InshaaAlloh saya akan buat bab tersendiri). Dan Juga huruf Lam pada lafadz Alloh.
Sedangkan Huruf Muroqoqoh adalah huruf tipis. Cara pengucappannya dengan membuat lidah kita datar, tidak mengangkat pangkal lidah ataupun membuat cekungan kebawah. Huruf-huruf selain huruf mufakhom akan masuk pada huruf muroqoq.
Teman sekelas saya berasal dari beberapa negara : Syiria, Mesir, Palestina, Afganistan, Pakistan, Arab Saudi, Somalia, dan gurunya sendiri asli Alzajair. Dari 7 orang (termasuk saya) hanya 3 orang yang cara pengucapan huruf Ro nya sama. Itu untuk satu huruf. Dan lain huruf, beberapa dari kami ada perbedaan juga. Ada yang bener2 beda satu sama lain (cara mengucap huruf), ada hanya beda tipis saja. Perbedaan ini timbul karena basic tilawah masing2 negara kadang berbeda. seperti teman yang berasal dari Somali, sepertinya basic beliau kalau ngga riwayat Duri, ya wars saya gak tau pasti. Cara beliau tilawah seperti orang "ndleming" kalo bahasa jawanya. Jadi huruf2 hijayah tidak keluar sempurna, seperti berenang dimulut begitu istilah guru kami. Dan guru kami sendiri basic beliau dari riwayat wars.
Memang riwayat tilawah ada banyak (ada 10 InshaaAlloh), dan dari masing2 riwayat masih ada lagi cabangnya. seperti yang saya pelajari adalah riwayat hafs, dan ternyata riwayat hafs sendiri ada 10 cabang (Target terakhir InshaaAlloh pengen tahu macam2 riwayat).
Catatan penting dari saya (dari pengalaman pribadi), belajar qur'an memang harus "one on one" alias bertatap muka dengan guru langsung. Jadi langsung bisa dikoreksi saat itu juga. Dan kalo bisa belajar dari berbagai sumber, karena guru yang satu dan guru yang lain akan menambah wawasan kita, akan semakin banyak yang mengoreksi cara ngaji kita. Karena telinga satu orang dengan yang lain berbeda. Namun memang harus bertahap. Jangan dalam satu kali belajar ngaji (baca qur'an) ke beberapa guru. Belajar kepada satu guru sampai bagus. Kemudian belajar ketempat lain untuk tambahan.
Dan, memang belajar huruf hijaiyah yang jauh dari lidah kita, butuh waktu butuh proses. Harus sabar. memang untuk sekedar bisa membaca tidak lama. tapi untuk bisa menyelami dalamnya, nikmatnya tilawah, dibutuhkan beberapa waktu. Saya sendiri sudah "agak memaksa diri untuk fokus" belajar tajwid sekitar 3tahun terakhir. Sampai saat itu saya belum faham benar dengan sifatul huruf.
Bukan saya mau mengendorkan semangat pembaca, ingat belajar qur'an itu pahala dan barookahnya banyak. saya tidak akan membahas disini. mungkin lain waktu atau silahkan tanya dengan mbah google.
"Hanya Alloh yang Maha Tahu dan sumber segala ilmu"
Dulu waktu kecil ketika belajar ngaji, taunya huruf hijayah itu ya alif ba taa dan seterusnya begitu saja. tidak pernah mengenal istilah huruf tebal (mufakhom) atau huruf tipis (muroqoq). Iya, dulu yang penting bisa mengucap hurufnya sudah beres. bahkan tidak tahu apa itu makroorijul huruf atau sifatul huruf (sampai sekarang masih berjuang untuk memahami sifatul huruf).
Sebenernya mengapa kita perlu faham soal huruf hijayah? Menurut saya pribadi, bila faham ternyata akan lebih mudah untuk mengeluarkan huruf-huruf hijayah tersebut dengan benar. Sebagai contoh, seringnya dulu saya mengira huruf dal dan dzal itu hampir sama. sehingga saya kadang berfikir, aah apa sih bedanya kalo ngucapinnya sama. dal lebih mudah di ucap daripada dzal. ternyata setelah belajar tajwid baru tahu, bahwa Dal dan Dzal harus diucapkan sesuai makhroojnya, kalo tidak bisa merubah arti.
Kembali pada huruf mufakhom dan muroqoq. Pertama kali mendengar istilah mufakhom bisa juga disebut tafkhim, dan muroqoq bisa juga disebut tarqiq, ketika saya bergabung dengan grup tahsin IMSA sister. Ketika kita membahas huruf Ro'. Namun ketika saya ikut mengaji di mesjid dekat tempat saya tinggal, saya belajar sesuatu yang berbeda lagi. Hari pertama saya ikut ngaji, si ustadzah "mengetes" seberapa saya tahu soal tajwid (padahal udah merasa PD kalo saya tahu banyak), beliau langsung tanya apakah huruf Nun itu termasuk huruf mufakhom apa muroqoq. Saya hanya menggeleng. seumur-umur saya belum pernah mendengar istilah ini. Lalu beliau menjelaskan :
Huruf Mufakhomah itu adalah huruf tebal. Huruf yang cara pengucapannya dengan mengangkat pangkal lidah, membuat lidah bagian tengah seperti cekung ke bawah. Huruf 2 tersebut adalah : Kho, Ghoin, Shod, Dhod, Dzho, Tho, Qof. dan Ro (ada ketentuan tersendiri buat Ro, InshaaAlloh saya akan buat bab tersendiri). Dan Juga huruf Lam pada lafadz Alloh.
Sedangkan Huruf Muroqoqoh adalah huruf tipis. Cara pengucappannya dengan membuat lidah kita datar, tidak mengangkat pangkal lidah ataupun membuat cekungan kebawah. Huruf-huruf selain huruf mufakhom akan masuk pada huruf muroqoq.
Teman sekelas saya berasal dari beberapa negara : Syiria, Mesir, Palestina, Afganistan, Pakistan, Arab Saudi, Somalia, dan gurunya sendiri asli Alzajair. Dari 7 orang (termasuk saya) hanya 3 orang yang cara pengucapan huruf Ro nya sama. Itu untuk satu huruf. Dan lain huruf, beberapa dari kami ada perbedaan juga. Ada yang bener2 beda satu sama lain (cara mengucap huruf), ada hanya beda tipis saja. Perbedaan ini timbul karena basic tilawah masing2 negara kadang berbeda. seperti teman yang berasal dari Somali, sepertinya basic beliau kalau ngga riwayat Duri, ya wars saya gak tau pasti. Cara beliau tilawah seperti orang "ndleming" kalo bahasa jawanya. Jadi huruf2 hijayah tidak keluar sempurna, seperti berenang dimulut begitu istilah guru kami. Dan guru kami sendiri basic beliau dari riwayat wars.
Memang riwayat tilawah ada banyak (ada 10 InshaaAlloh), dan dari masing2 riwayat masih ada lagi cabangnya. seperti yang saya pelajari adalah riwayat hafs, dan ternyata riwayat hafs sendiri ada 10 cabang (Target terakhir InshaaAlloh pengen tahu macam2 riwayat).
Catatan penting dari saya (dari pengalaman pribadi), belajar qur'an memang harus "one on one" alias bertatap muka dengan guru langsung. Jadi langsung bisa dikoreksi saat itu juga. Dan kalo bisa belajar dari berbagai sumber, karena guru yang satu dan guru yang lain akan menambah wawasan kita, akan semakin banyak yang mengoreksi cara ngaji kita. Karena telinga satu orang dengan yang lain berbeda. Namun memang harus bertahap. Jangan dalam satu kali belajar ngaji (baca qur'an) ke beberapa guru. Belajar kepada satu guru sampai bagus. Kemudian belajar ketempat lain untuk tambahan.
Dan, memang belajar huruf hijaiyah yang jauh dari lidah kita, butuh waktu butuh proses. Harus sabar. memang untuk sekedar bisa membaca tidak lama. tapi untuk bisa menyelami dalamnya, nikmatnya tilawah, dibutuhkan beberapa waktu. Saya sendiri sudah "agak memaksa diri untuk fokus" belajar tajwid sekitar 3tahun terakhir. Sampai saat itu saya belum faham benar dengan sifatul huruf.
Bukan saya mau mengendorkan semangat pembaca, ingat belajar qur'an itu pahala dan barookahnya banyak. saya tidak akan membahas disini. mungkin lain waktu atau silahkan tanya dengan mbah google.
"Hanya Alloh yang Maha Tahu dan sumber segala ilmu"
Wednesday, July 10, 2013
Catatan Hati ummu Athallah
Ku beri kau nama “Athallah” yang
berarti hadiah Allah, agak ummu selalu ingat bahwa engkau ini karunia, bahwa
engkau ini kado, bahwa engkau ini titipan, bahwa engkau ini amanah. Agar ummu
selalu ingat untuk menjagamu dengan benar, dengan sabar, dengan hati-hati,
dengan sungguh-sungguh. Bahwa kelak nanti Allah Subhannahu wta’ala akan minta
pertanggungjawaban atas mu. Engkau terlahir suci dengan fitrah, seharusnya ummu
bisa menjagamu agar saat engkau kembali dalam keadaan suci pula. Anakku sayang,
engkau bukan sekedar hiburan buat ummu, engkau bukan sekedar teman sepi ummu,
bukan seperti boneka yang ummu bisa sesuka ummu sayang-sayang atau
bentak-bentak. Engkau adalah amanah.
Maafkan ummu, bila belum bisa
memahamimu dengan benar, yang masih belum bisa bereaksi dengan benar atas
kenakalanmu. Belum bisa bersabar ketika kamu rewel. Tentu engkau tidak nakal,
engkau hanya berperilaku sesuai dengan yang kamu tahu, tentu engkau kadang
belum bisa memahami mengapa ummu melarang kamu ini dan itu. Namun ummu sering
menuntutmu terlalu banyak, ummu selalu menuntut agar kamu langsung bisa
mengerti dan memahami bila ummu melarangmu untuk tidak minta permen, karena
permen banyak gulanya tidak baik untuk tubuhmu. Ummu selalu memaksamu mau makan
apa saja yang ummu kasih meski kamu tidak suka. Bahkan sering ummu bentak kamu,
kadang pukul kamu. Maafkan ummu ya nak, maafkan, semoga Allah subhannahu wata’ala
juga memaafkan ummu.
Sungguh ummu harus banyak
bersabar dan belajar, dan harus selalu ingat, engkau ini lading amal ummu,
engkau ini masa depan Islam. Ummu harus bersungguh-sungguh Lillahita’ala
merawatmu, menghantarkanmu menjadi abdillah yang benar. Menjadi lelaki
penyayang sesama, penyayang keluarga, menjadi penyebar Islam , penyayang ummah.
Ummu harus sadar waktu ummu tidak banyak, engkau tumbuh dengan cepat, engkau
sudah mudah mengerti banyak hal, engkau sudah meniru banyak, merekam banyak, berbicara
banyak. Ummu harus pandai memanfaatkan setiap detik bersamamu untuk membekalimu
sebanyak mungkin hal-hal yang kau butuhkan.
Semoga Allah membimbing ummu dan
mempermudah langkah ummu untuk menjaga engkau sesuai dengan yang diamanahkan
oleh Allah . Aammiinn. I love you anakku. Athallah Hadra Ashari.
Saturday, March 23, 2013
Jitakan Sabtu siang
"Inget nduk,diatas langit itu masih ada langit"
"Diatas orang pinter itu masih ada orang yang lebih pinter"
"Padi itu semakin berisi semakin merunduk"
"Orang itu semakin berilmu akan semakin banyak sujud"
Jadi jangan merasa sudah pinter, sudah banyak ilmumu, sudah lebih baik dari orang lain. seharusnya semakin banyak ilmumu itu akan membuatmu semakin dekat dengan Penciptamu, semakin membuatmu sayang dengan lingkunganmu, semakin membuatmu mengerti bagaimana bersikap kepada sanak, sodara, dan karibmu, semakin membersihkan hatimu dari sombong; iri;dengki;congak. kalo kamu merasa lebih baik nduk, periksa lagi hatimu, mungkin sedang bengkak. obati nduk sebelum terlambat. banyak ilmu itu seharusnya membuatmu semakin mengerti bagaimana berjalan, bukan makin tersesat nduk.
ilmumu itu sebenarnya seberapa tho? wong belajar juga baru saja. merasa banyak sekolah? sekolah apa nduk? sekolah hidup atau bukan? mungkin mata, telinga, dan fikiranmu sekolah, tapi hatimu belum. rugi nduk,,kamu rugi.
sono banyak tirakat, banyak tafakur, banyak tadzakur. merenung yang benar sebelum hidupmu berakhir sia-sia dengan sombongmu nduk. kalo kamu sombong gimana ilmu yang benar bisa masuk?
sabarlah terhadap kesombonganmu, hilangkan. sujud yang benar, yang khusuk. kamu itu cuma setitik debu, danging yang bisa mondar-mandir sambil nggendong dosa segunung tapi ngga sadar.
#edisiDijitakBapak
"Diatas orang pinter itu masih ada orang yang lebih pinter"
"Padi itu semakin berisi semakin merunduk"
"Orang itu semakin berilmu akan semakin banyak sujud"
Jadi jangan merasa sudah pinter, sudah banyak ilmumu, sudah lebih baik dari orang lain. seharusnya semakin banyak ilmumu itu akan membuatmu semakin dekat dengan Penciptamu, semakin membuatmu sayang dengan lingkunganmu, semakin membuatmu mengerti bagaimana bersikap kepada sanak, sodara, dan karibmu, semakin membersihkan hatimu dari sombong; iri;dengki;congak. kalo kamu merasa lebih baik nduk, periksa lagi hatimu, mungkin sedang bengkak. obati nduk sebelum terlambat. banyak ilmu itu seharusnya membuatmu semakin mengerti bagaimana berjalan, bukan makin tersesat nduk.
ilmumu itu sebenarnya seberapa tho? wong belajar juga baru saja. merasa banyak sekolah? sekolah apa nduk? sekolah hidup atau bukan? mungkin mata, telinga, dan fikiranmu sekolah, tapi hatimu belum. rugi nduk,,kamu rugi.
sono banyak tirakat, banyak tafakur, banyak tadzakur. merenung yang benar sebelum hidupmu berakhir sia-sia dengan sombongmu nduk. kalo kamu sombong gimana ilmu yang benar bisa masuk?
sabarlah terhadap kesombonganmu, hilangkan. sujud yang benar, yang khusuk. kamu itu cuma setitik debu, danging yang bisa mondar-mandir sambil nggendong dosa segunung tapi ngga sadar.
#edisiDijitakBapak
Friday, March 8, 2013
Mari membangun negeri
Bissmillahi Arrohman Arrohim
Abis nengok twitter beberapa hari
yang lalu, ngga sengaja ada TL tentang 9S10A (9 Summers 10 Autumns). Buku ini
akan dibuat film layar lebar. Sama kaya suksesnya buku Negeri 5 Menara yang
difilmkan juga. Namun mengapa tiba-tiba hatiku berontak, geregetan. Nah loh. Bukannya
itu bagus. Ada penulis yang sukses menuliskan kisah hidupnya, banyak yang suka,
bisa jadi semangat generasi muda, trus di filmkan. Kan film lebih diminati anak
muda, terutama yang kurang suka membaca, jadi pesan atau nilai positif dari isi
buku akan mudah tersampaikan.
Jujur saya iri dengan prestasi
kedua pemuda hebat ini. Karena kegigihan mereka ingin bangkit dari kemiskinan. Rajinnya
perjuangan hidup mereka yang membuat mereka berasal dari keluarga yang tidak
mampu dan tinggal di pelosok, akhirnya bisa sukses di negerinya Obama. Sungguh prestasi
yang luar biasa. Dari kisah 9S10A, seorang anak kecil yang tinggal didaerah
Batu Jawa timur, yang ibunya saja tidak tamat SD dan bapaknya seorang supir
angkot yang tanggal lahirnya saja tidak ingat. Yang tidak punya mainan dan
harus kerja sedari kecil sambil sekolah, bisa sukses di New York. Demikian juga
kisah dari N5M, seorang santri dari daerah Maninjau yang bapaknya meninggal
ketika dia masih sekolah dan dia harus berjualan sambil kuliah, bisa menerima 8
beasiswa ke luar negeri. Sungguh kisah nyata yang spektakuler. Masih adalagi
beberapa buku yang mengisahkan hamper sama, seperti Meri Riana yang sukses di
Singapore dengan buku mimpi sejuta dollarnya, ataupun Muhammad Asad yang sukses
juga dengan kisahnya Notes From Qatar. Dan pasti mungkin banyak kisah-kisah
yang lain yang saya tidak tahu.
Yang bikin saya geregetan
sebenernya apa. Mengapa yang difilmkan kisah-kisah orang yang pinter namun dari
ceritanya ukuran sukses itu kalo bisa bekerja sukses diluar negeri. Dari yang saya tangkap begitu.
Yang saya takutkan adalah generasi bangsa kita akan termotivasi berjuang gigih
meraih masa depan mereka namun karena ingin bisa bekerja sukses diluar negeri. Bukan
ingin membangun bangsanya sendiri. Hidup diluar negeri itu enak, negaranya
maju, fasilitas modern memadai. Terdengar keren bila bisa sukses di luar
negeri. Padahal bangsa kita sangat butuh generasi-generasi seperti bidan Eulis Rosmiati,
yang dengan rela membantu warga di desa Ujung Genteng pesisir selatan Jawa
Barat. Sebuah desa yang dibutuhkan ongkos skitar Rp50.000 dengan jarak tempuh
sekitar 30km untuk mencapai puskesmas terdekat. Dari beberapa video yang saya
lihat di youtube beliau membantu penduduk desa tersebut mulai dari bagaimana
bisa menabung bergotong royong sehingga setiap rumah bisa mempunyai toilet. Dan
metode yang beliau gunakan tidak memberatkan masyarakat setempat. Memang butuh
waktu dan keuletan. Beliau masuk desa tersebut mulai tahun 1991, namun belum
lama ini baru diketahui perjuangan beliau. Ini kisah mengenei beliau yang
lumayan lengkap http://www.sukabumitoday.com/2011/07/bidan-eulis-rosmiati-sang-teladan-dari.html
Demikian juga dengan kisah
seorang ustad yang berhasil membuat 220 suku di Papua memeluk Islam. Beliau juga
mengajarkan kepada mereka bagaimana menjaga kebersihan sehingga yang sebelumnya
mereka mandi 3 bulan sekali dengan minyak babi bersedia mandi setiap hari
dengan sabun. Dan tentu adab-adab yang lain juga. Perjuangan yang sangat berat,
bahkan ada satu suku yang bisa dijangkau dengan jarak tempuh jalan kaki selama
3 bulan. Kisah beliau bisa di cek di link ini .
http://jejakrina.wordpress.com/2011/12/13/berdakwah-di-papua-luaarr-biasa-nikmatnya/
Tentu masih banyak kisah-kisah
sukses perjuangan pahlawan-pahlawan yang gigih menolong rakyat2 terpencil,
terpelosok jauh dari peradaban. Alhamdulilah nya mungkin TV show seperti Kick
Andy sudah mengisahkan suksesnya pahlawan-pahlawan tersebut. Semoga bisa
menyemangati membangkitkan greget generasi muda untuk menolong bangsa sendiri. Seperti
film terakhir Habibi & Ainun, paling tidak masih mengisahkan cinta Indonesia.
Bukannya sukses sendiri di negeri orang. Mungkin ratusan atau bahkan ribuan
orang-orang jenius dari Indonesia yang tinggal dan beranak pinak diluar negeri.
Tidak tidak bisa menyalahkan mereka. Karena cemerlangnya otak mereka tidak
dihargai oleh pemerintah kita. Justru luar negeri yang menghargai.
Aahhh, emosi saya akan terpancing
lagi. Akan saya hubungkan pemerintah yang sibuk korup sehingga yang pinter pada
lari ke luar negeri. Dan apa yang bisa saya lakukan. Paling ya ngamuk-ngamuk di
blog kaya gini. Atau diskusi sama temen-temen saja. Terimakasih blog, sudah
jadi salah satu lahan katarsis saya.
Namun, bila kisah-kisah sukses
pahlawan dalam negeri di filmkan, akan mampu mengeboost generasi muda untuk
cinta Indonesia, untuk menumbuhkan keinginan membangun bangsa sendiri, menolong
orang sendiri.
Alhamdulillah juga, sekarang
seperti A.fuadi mendirikan komunitas menara, mengupayakan sekolah gratis buat
anak-anak. Selain itu para orang sukses diatas (Iwan Setiawan, A.Fuadi, Meri
Riana, Muhammad Asad) memberikan tweet-tweet dan motivasi gratis di jejaring social
tweeter atau Facebook. Mereka juga punya blog pribadi yang memuat
motivasi-motivasi.
Saya sendiri merasa malu karena
hanya bisa menghujat, belum bisa berbuat apa-apa untuk masyarakat, bahkan untuk
tetangga dekat atau keluarga. Semoga masih ada waktu untuk mewujudkan mimpi
saya membangun desa saya. Aammiinn
Allahu Alam
Friday, February 1, 2013
Pentingnya Sholat
Bismillahirohmanirrohim
Mengutip dari youtube lecture yang di bawakan oleh Syeikh Yasir Qodhi dalam seri Siroh Nabi Muhammad s.a.w, yang beliau bawakan di Islamic Center of Memphis TN, pada bab Isro' Mijroj.
Bahwa, ketika Rosul Muhammad s.a.w dalam perjalanan menuju baitul maqdis beliau melihat nabi Musa a.s dan nabi Ibrohim a.s sholat di dalam kuburr mereka. kemudian ketika Rosul s.a.w sampai di baitul maqdis beliau juga melakukan sholat 2 roka'at dan pada saat beliau melakukan salam beliau melihat puluhan ribu nabi dan ambiya sholat dibelakang Beliau s.a.w (salah satu alasan mengapa Rosul s.a.w di sebut Sayidil ambiyai wal mursalin). kemudian ketika beliau naik kelangit dan sampai di baitul makmur jibril menjelaskan bahwa setiap hari 70.000 malaikat masuk dan sholat di baitul makmur, dan setiap hari adalah malaikat yang baru yang berbeda.
Wahyu perintah sholat fardhu sendiri diterima dengan istimewa, yaitu Rosul s.a.w naik kelangit sampai di Sidrotul Muntaha. berbeda dengan wahyu yang lain yang tidak membutuhkan beliau untuk naik ke langit. dan dalam proses penerimaannya terjadi "negosiasi", yang awalnya perintah sholat itu adalah 50 kali dalam sehari semalam, menjadi hanya 5 kali saja. dimana jumlah itu masih sering terasa berat untuk melaksanakannnya bagi umat muslim, apalai bila diwajibkan 50 roka'at dalam sehari semalam.
Syeikh Yasir Qodhi juga menjelaskan hitungan mengenei sholat 50 roka'at itu bisa kita laksanakan setiap hari. 17 Roka'at sholat fardhu, 12 roka'at sholat sunah rowatib, 8 rokaat tahajud + 3 witir, 8 roka'at sholat sunah dhuha.
Sungguh bila disadari dengan hati dan iman yang kuat, sholat itu sangat penting, itulah salah satu tujuan mengapa jin dan manusia diciptakan, yaitu untuk menyembah Allah SWT. Bila baik sholat seseorang akan membimbing baik pula perilaku yang lainnya. Sholat juga merupakan amal pertama yang akan di hisab. dan tentu masih banyak lagi penting dan manfaat dari sholat.
Namun mengapa, sungguh masih sering susah khusuk, berat bertahajud, selalu ada alasan untuk tidak berdhuha. Semoga Allah menolong kita untuk menyembah NYA dengan baik dan benar sesuai dengan apa yang diperintahkanNYA. Lahaula wala quwata illa billah.
Hayya 'alash sholah .....Mari menunaikan sholat
Hayya 'alal falah...........Mari meraih kemenangan
Allahu alam
Mengutip dari youtube lecture yang di bawakan oleh Syeikh Yasir Qodhi dalam seri Siroh Nabi Muhammad s.a.w, yang beliau bawakan di Islamic Center of Memphis TN, pada bab Isro' Mijroj.
Bahwa, ketika Rosul Muhammad s.a.w dalam perjalanan menuju baitul maqdis beliau melihat nabi Musa a.s dan nabi Ibrohim a.s sholat di dalam kuburr mereka. kemudian ketika Rosul s.a.w sampai di baitul maqdis beliau juga melakukan sholat 2 roka'at dan pada saat beliau melakukan salam beliau melihat puluhan ribu nabi dan ambiya sholat dibelakang Beliau s.a.w (salah satu alasan mengapa Rosul s.a.w di sebut Sayidil ambiyai wal mursalin). kemudian ketika beliau naik kelangit dan sampai di baitul makmur jibril menjelaskan bahwa setiap hari 70.000 malaikat masuk dan sholat di baitul makmur, dan setiap hari adalah malaikat yang baru yang berbeda.
Wahyu perintah sholat fardhu sendiri diterima dengan istimewa, yaitu Rosul s.a.w naik kelangit sampai di Sidrotul Muntaha. berbeda dengan wahyu yang lain yang tidak membutuhkan beliau untuk naik ke langit. dan dalam proses penerimaannya terjadi "negosiasi", yang awalnya perintah sholat itu adalah 50 kali dalam sehari semalam, menjadi hanya 5 kali saja. dimana jumlah itu masih sering terasa berat untuk melaksanakannnya bagi umat muslim, apalai bila diwajibkan 50 roka'at dalam sehari semalam.
Syeikh Yasir Qodhi juga menjelaskan hitungan mengenei sholat 50 roka'at itu bisa kita laksanakan setiap hari. 17 Roka'at sholat fardhu, 12 roka'at sholat sunah rowatib, 8 rokaat tahajud + 3 witir, 8 roka'at sholat sunah dhuha.
Sungguh bila disadari dengan hati dan iman yang kuat, sholat itu sangat penting, itulah salah satu tujuan mengapa jin dan manusia diciptakan, yaitu untuk menyembah Allah SWT. Bila baik sholat seseorang akan membimbing baik pula perilaku yang lainnya. Sholat juga merupakan amal pertama yang akan di hisab. dan tentu masih banyak lagi penting dan manfaat dari sholat.
Namun mengapa, sungguh masih sering susah khusuk, berat bertahajud, selalu ada alasan untuk tidak berdhuha. Semoga Allah menolong kita untuk menyembah NYA dengan baik dan benar sesuai dengan apa yang diperintahkanNYA. Lahaula wala quwata illa billah.
Hayya 'alash sholah .....Mari menunaikan sholat
Hayya 'alal falah...........Mari meraih kemenangan
Allahu alam
Saturday, January 26, 2013
Mad Tamkin, Mad Shilah Qosiroh, Mad Mubalaghoh
Sumber : Buku Pedoman Dauroh Qur'an dan hasil diskusi bersama Grup Pretajwid Tahsin IMSIS
Mad Tamkin
Syaratnya adalah ada
huruf Ya yang ber tasdid, berharokat kasroh yang diikuti oleh Ya sukun. Dan ia tidak diikuti lagi dengan khuruf
hidup yang dimatikan (karena ada di akhir bacaan), karena kasus demikian itu
akan berubah nama menjadi Mad ‘Aridl Lissukun (dibaca 6 ketukan).
Panjang Mad Tamkin
adalah 2 ketukan saja.
Bila di Qur’an Arab ya’ yg sukun kadang di tulis seperti
tanda ini < , bila di Qur’an Indonesia akan dituliskan seperti kasroh
berdiri dibawah huruf ya yg bertasdid.
Contoh QS Al Imron (3) ayat : 20 = وَٱلۡأُمِّيِّـۧنَ
, 21 = ٱلنَّبِيِّـۧنَ ,
79 = رَبَّـٰنِيِّـۧنَ
Mad Silah Qosiroh
Silah artinya bergabung . Mad silah ialah mad yang berlaku
pada ha dhamir (kata ganti). Khususnya pada hu dan hi yang artinya “dia” .
Letaknya selalu di akhir kalimat (kata).
Mad silah terbagi menjadi 2 macam, yaitu : Mad Silah Qosiroh
dan Mad Silah Towilah
Mad silah qasirah : Artinya mad silah yang pendek, dibaca 2
ketukan.
Cirinya : 1. Ha’ Dhomir (dhomir: kata ganti /
pronoun)
2. Didahului dan diikuti oleh huruf hidup
3. ha dhomir hanya berharokat kasroh (i)
atau dhomah (u)
4. Tidak bertemu dengan Hamzah
(kalo bertemu dengan Hamzah namanya
Mad Shilah Thowilah, dan dibaca 6 ketukan)
Catatan :
1. A.hak dhomir yang didahului ataupun diikuti oleh huruf mati makan akan dibaca pendek
1. A.hak dhomir yang didahului ataupun diikuti oleh huruf mati makan akan dibaca pendek
contoh Ha Dhomir yg diikuti huruf mati ٱلسَّمَـٰوَٲتِ كُرۡسِيُّهُ (ayat Kursi)
Contoh Ha Dhomir yg didahului oleh
huruf mati ظُلُمَـٰتٌ۬ فِيهِ (Al-Baqoroh : 19)
B. Namun ada pengecualian yang
disebut Mad Mubalaghoh :walaupun huruf sebelum ha dhomir
nya adalah mati (Ya sukun) namun
ha dhomir masih di baca 2 ketukan, dan ini hanya ada
pada Al furqon(25) ayat 69.
وَيَخۡلُدۡ فِيهِۦ مُهَانًا
C. Satu lagi catatan untuk surat
Azzumar(39) ayat 7, ada ha dhomir, sebelumnya huruf hidup,
sesudahnya juga huruf hidup namun
tidak di mad kan atau dibaca 1 ketuk saja .
يَرۡضَهُ لَكُمۡ
2.Ha yang selain dhomir atau kata
ganti maka tidak di baca panjang. Contoh QS Hud(11) ayat 91
pada kata نَفۡقَهُ
we understand
Disini huruf ha nya terangkai pada nafqohu
yg artinya : kami memahami , na disitu artinya : kami, dan fqohu artinya memahami. Jadi hu disitu bagian dari fqohu bukan dhomir atau kata ganti.
Ha dhomir : ha sebagai kata ganti,
bentuk penulisannya sama mungkin tapi tidak semua Ha yg bentuk seperti itu adalah
dhomir
Allahu Alam
Saturday, January 19, 2013
Mencari ilmu
Budaya kita yang sudah terpengaruh budaya sekuler membuat
kita sering lupa, bahwa tujuan utama kita menuntut ilmu itu untuk mendekatkan
kita kepada Allah SWT, sumber dari seluruh ilmu. Pun doktrin yang kita dapat
dari kecil bahwa sekolah itu untuk pintar agar bisa bekerja yang bisa
menghasilkan duit banyak. Sering juga dulu kalo kita pintar dan menjadi juara
kelas orang tua kita sering bilang “bapak bangga padamu, tidak sia2 bapak
menyekolahkanmu, memasukkan kamu ke kursus bhs inggris, kursus matematika dan
lain2”. Bukannya mengucap Alhamdulillah syukur kepada Allah yang mengaruniakan
bapak anak yang cerdas, dan atas pertolongan Allah bisa jadi juara kelas.
Dan sering ironisnya orang tua akan protes ketika anak masuk
TPA kemudian dipungut biaya dengan dalih “masa belajar ngaji disuruh bayar, kan
gurunya harus beramal”. Padahal di TPA juga dibutuhkan peralatan untuk menunjang
proses belajar engajar ilmu agama. Sering juga image di masyarakat bila anak
sudah sekolah tinggi, missal sampai kuliah atau sampai program doctoral namun
tidak kerja, akan di cemooh “buat apa sekolah tinggi kalau ngga kerja”,
khususnya untuk kaum perempuan sering terimage bahwa kerjanya didapur, ngurus
anak dan ngurus rumah, ngapain sekolah tinggi.
Semoga ini hanya
terjadi di generasi saya saja, untuk generasi sekarang semoga anak dan orang
tua berlomba untuk memperkaya anak maupun orang tua sendiri ilmu agama dulu. Ilmu
yg lain bukan tidak penting, namun ilmu agama sebagai dasar dan pedoman
menjalankan hidup alangkah lebih baik bila diajarkan dan difahami sejak dini.
In Shaa Allah bila ini bisa tercapai untuk belajar ilmu yang lain tidak akan
sulit.
Perlu disadari bahwa adab2 mencari ilmu penting diketahui
setiap individu, bukan hanya yang sekolah atau murid, namun orang tua atau
keluarga yg lain missal suami atau istri jg penting untuk tau, jadi bisa
menempatkan diri dengan tepat untuk mendukung si pencari ilmu. Dan sebenarnya
menuntut ilmu itu kewajiban setiap muslim, jadi untuk mendukung satu sama lain
itu penting.
ini beberapa link mengenei menuntut ilmu dan adab2 nya
Allahu Alam bissawab
Thursday, January 3, 2013
Wednesday, December 26, 2012
Oh Ibu
Alhamdulillah, akhirnya bisa menorehkan uneg2 juga, terkait
dengan ibu, karena beberapa hari yang lalu rakyat Indonesia memperingati hari
ibu, tepatnya pada tanggal 22 Desember.
Saya pribadi sebenarnya kurang setuju dengan adanya perayaan
hari ibu. Alasan saya yang pertama adalah karena setahu saya Islam tidak
mengajarkan untuk peringatan hari khusus untuk ibu, saya tidak akan membahas
mengenei ini karena kapasitas ilmu saya belum mampu. Yang kedua, tentu semua
orang setuju bahwa mengapresiasi, atau menunjukkan penghormatan kita kepada ibu
itu harusnya tiap saat. Bukan satu hari
saja.
Beruntung bagi yang diasuh ibunya dari kecil, sekarang sudah
menjadi ibu pula, sehingga lebih terasa kasih dan perhatian ibu sewaktu kecil. Karena
harus mempraktekkannya sekarang. “butuh” terhadap ibu lebih terasa ketimbang
dulu saat masih belum jadi ibu. Dulu waktu kecil merasa bahwa sudah hak kita
mendapatkan perhatian ibu. Memang tugas ibu memasak buat aku, menyucikan
bajuku, membantuku mengerjakan PR dan lain sebagainya. Kita belum merasakan
pengorbanan ibu untuk kita. Karena perasaan sudah semestinya tugas ibu begitu. Sering
lupa terhadap kewajiban kita sebagai anak untuk membahagiakan dia, paling tidak
membantu meringankan bebannya dengan patuh kepadanya, jadi anak rajin atau
sholeh. Malah sering membantah, atau bahkan sampai membentak ibu.
Beruntung juga yang tidak sempat dirawat oleh ibunya. Allah
Maha Tahu kebutuhan hambanya, mungkin bila dirawat oleh ibunya, justru dia jadi
anak manja, berani dan malah durhaka. Jadi Allah memisahkan dia dari ibunya
sedari dia kecil.
Sekarang terasa sekali pentingnya figure ibu. Contoh seorang
ibu yang merawat rumah tangganya. Hal ini mengingatkan saya bagaimana harus berhati hati menjadi seorang ibu. Untuk anak laki2 saya, nanti akan
berpengaruh dengan bagaimana dia memperlakukan istri dan anak2 nya, untuk anak
perempuan akan berpengaruh bagaimana dia nanti akan memenejemen rumah
tangganya.
Tugas ibu memang tidak
mudah, karena titipan amanah anak2 dan suami. Allah menganugrahkan anak dan
suami sebagai ladang kita untuk memperoleh RahmatNya . Jalani untuk semakin
mendekatkan diri kepadaNya. Jangan dijadikan beban. Merekalah sarana kita untuk
beramal.
Sungguh terasa sedih bila belum mampu berbakti membalas jasa2
ibu kita, yang memang sungguh tak akan pernah cukup membalasnya dengan apa jua.
Beruntung yang masih dekat dengan ibu, bisa merawat ketika beliau sakit, bisa
berbagi kebahagiaan dengan beliau. Namun banyak juga dari kita yang tinggal
sangat jauh dari ibunya, bahkan terpisah benua. Hanya doa dan sering
menghubungi yang bisa dilakukan. Bila beliau sakit hanya bisa mendoakan, tidak
bisa merawat, memasak ataupun menyuapi beliau.
Saya selipkan link yang memaparkan tentang ibu, yang menurut
saya sangat menyentuh hati
Semoga saya bisa terus memperbaiki diri untuk menjadi seorang
ibu dan anak dari ibu saya sesuai dengan syariah Islam. Allahuma Aammiinn
Friday, December 14, 2012
Merindukan sahabat lama
Bismillahirrohmanirrohim
Hari ini Jum'ah 14 Desember 2012, setelah kelar tugas dapur, mata tertuju pada rak buku yang berantakan karena Hadra habis "baca2" buku. Tak sengaja memegang salah satu buku lama, yang ngga terlalu tebal "Meraih bening Hati Dengan Manajemen Qalbu" yang ditulis oleh K.H. Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym. Ku buka sedikit dan baca beberapa halaman, kemudian tiba2 buku terjatuh dari tangan, dan tersingkap halaman paling depan yang saya lewati tentunya karena pasti sama dengan sampulnya. Tetapi saya melihat sesuatu, tertempel kertasdengan ketikan berbeda, kemudia saya baca :
Kado ultah dari sahabat, sebuah buku yang sangat bermanfaat. Mengingatkan akan banyak nasehat hidup yang kudapat dari dia Gusvira.
Hari ini Jum'ah 14 Desember 2012, setelah kelar tugas dapur, mata tertuju pada rak buku yang berantakan karena Hadra habis "baca2" buku. Tak sengaja memegang salah satu buku lama, yang ngga terlalu tebal "Meraih bening Hati Dengan Manajemen Qalbu" yang ditulis oleh K.H. Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym. Ku buka sedikit dan baca beberapa halaman, kemudian tiba2 buku terjatuh dari tangan, dan tersingkap halaman paling depan yang saya lewati tentunya karena pasti sama dengan sampulnya. Tetapi saya melihat sesuatu, tertempel kertasdengan ketikan berbeda, kemudia saya baca :
Ketika aku lahir kedunia...
Orang2 tersenyum dan memberikanku "sesuatu" yang amat berharga
Seiring bertambahnya usiaku...Tahun pertama..kedua..ketiga dan seterusnya..
Tak ada yang berubah....semuanya masih sama
Orang2 selalu berusaha memberikan "sesuatu" yang berharga
Saat aku beranjak semakin dewasa, aku berfikir dan merenung...
Aku selalu diberi...dan belum pernah memberi "sesuatu" yang berharga
Dan...kini disaat aku kembali diingatkan
Akan kelahiranku beberapa tahun silam, aku ingin memberikan sesuatu yang tidak seberapa
Tetapi inilah "sesuatu" yang berharga yang dapat kuberikan untuk mereka yang juga "berharga"
Sesuatu yang tak sempat ku katakan
Sesuatu yang tak sempat kulakukan
Sesuatu yang hanya dapat aku titipkan melalui..
Apa yang mampu aku berikan...
Hanya dengan harapan sederhana yang kupunya agar semua ini dapat memberikan manfaat yang berhargaTak terasa ingatan langsung melayang ke sekitar tahun 2004, dimana aku banyak menghabiskan waktu bersama sahabat2 yang saat ini amat aku rindukan. Vira dan keluarga, Kak Emi, Yeyen, dan Dina. Merindukan masakan khas Sumatra bikinan tante Ilda. Tepatnya di Bukit Cemara Tujuh D-16.
Kado ultah dari sahabat, sebuah buku yang sangat bermanfaat. Mengingatkan akan banyak nasehat hidup yang kudapat dari dia Gusvira.
Sunday, December 9, 2012
Surah Muhammad
Tafsir Surah Muhammad oleh ustad Nouman Ali Khan, Masya Allah, semoga menambah kecintaan kepada Rosulullah saw, dan menambah ketaatan kepada Allah, sekaligus memperdalam pemahaman dalam Islam. tapi sayang hanya sampai ayat 4 :(
video 1
http://www.youtube.com/watch?v=hE8arzsJl_A
video 2
http://www.youtube.com/watch?v=48zKZ9axejU
video 3
http://www.youtube.com/watch?v=s6Ih2mqUdcA
Tuesday, December 4, 2012
Semangat Belajar Pedoman Hidup
Beberapa bulan ini mencoba memfokuskan diri untuk mendalami belajar Al-Qur'an, mulai membenarkan bacaan dengan bergabung dengan tahsin IMSA sister, dan memcoba mencari beberapa video ataupun blogg untuk belajar grammar Qur'an atau saya sebut tafsir. Memang aga berat, karena bagaimanapun ini bukan bahasa saya, lidah saya berbeda, huruf/pengucapan/dan susunan kalimatnya jauh lebih rumit dari bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris.
Mencoba menilik kembali, sebenarnya apa tujuan saya mendalami bahasa Al-Qur'an. Karena saya ingin mengerti makna isi kitab yang tiap hari saya berusaha membacanya. Mencoba mengetahui kandungannya, karena ini buku pedoman hidup, buku yang seharusnya semua manusia mengetahui isinya dengan sebenar-benar pemahaman untuk putunjuk setiap sudut kehidupan. Dan juga saya ingin sekali menghafalnya. Saya berniat menghafal mulai ketika umur saya 25, tapi sungguh sedih, sampai kini umur sudah 30 tapi satu suratpun tidak bertambah. Lalu saya berfikir, mungkin dengan mengetahui maknanya akan mempermudah saya untuk menghafalnya. Tentu mengerti makna tidak cukup dengan membaca terjemahan dan tafsirnya. Serperti yang pernah saya dengar dari ustad Nouman Ali Khan dalam salah satu video yang saya temukan di youtube bahwa sulit untuk benar2 menafsirkan atau menerjemahkan Qur'an ke dalam bahasa lain dan bisa menemukan kata2 yang benar2 mewakili makna disetiap kalimah dalam Qur'an.
Al-Qur'an itu firman atau kata2 Allah, Allah berbicara langsung pada kita, Allah yang menciptakan kita memberikan petunjuk hidup langsung di dalamnya, kita tidak perlu mencari di dunia timur atau barat, sudah kita genggam tiap hari, kita baca tiap hari, namun sungguh sebuah ironi karena kita tidak mengerti maknanya. Sholat, doa ataupun dzikir kita tidak penuh makna karena kita tidak mengerti apa yang kita ucapkan. Seperti saat kita mengikuti sholat tarawih berjamaah di masjid, imam membaca Qur'an dari juz 1 sampai juz 30 selama Romadhon, namun apa yang terjadi, kita malah mengantuk / menguap, mungkin malah mengeluh dalam hati "kok panjang amat sih", "tarawehnya lama amat sih". Sungguh sedih, padahal saat itu kata2 Allah sedang di ucapkan.
Dulu ketika sekolah belajar mati2 an untuk bisa dapet nilai bagus, pas belajar bahasa Inggris rela pergi ke 3 tempat kursus yang berbeda dalam seminggu, mengeluarkan uang jutaan, namun mengapa untuk belajar buku pedoman hidup hati sungguh berat. Saya Mohon ampun kepada Allah atas waktu dan rejeki yang tersia.
Semoga Allah menguatkan hati untuk bisa istiqomah mendalami Al-Qur'an, mempermudah usaha kita untuk mewujudkan bisa hafal dan faham Qur'an. Bayangkan, pahala yang kita dapat dalam memperlajarinya. Pahala orang yang terbata belajar adalah 2x lipat orang yang sudah mahir, namun kedudukan yang sangat tinggi bagi orang yang sudah mahir, yaitu sejajar dengan malaikat yang paling tinggi, malaikat yang dekat dengan Lauful Mahfud. Begitu yang disampaikan oleh ustad Nouman sesuai dengan hadist "
عَنْ عَائِشَةَ رضى الله عنها قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِى يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ ».
“Aisyah radhiyallahu ‘anha meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Seorang yang lancar membaca Al Quran akan bersama para malaikat yang mulia dan senantiasa selalu taat kepada Allah, adapun yang membaca Al Quran dan terbata-bata di dalamnya dan sulit atasnya bacaan tersebut maka baginya dua pahala” (HR. Muslim).
Dari artikel Keutamaan Membaca Al Qur’an — Muslim.Or.Id by null
Ini saya sertakan beberapa link yang mungkin bermanfaat untuk memperdalam belajar Al-Qur'an
http://www.learnarabic.info/2011/12/lesson-1-madina-book-i.html : ini untuk belajar tafsir
http://www.youtube.com/user/L2RQ/featured : ini untuk belajar membaca
http://www.youtube.com/user/quranicarabicwebinar : ini juga tajwid
Dan tentu masih banyak link2 yang bisa di cari sendiri, gunakan tehnologi untuk semakin mendekatkan diri kepada Pencipta Tehnologi yaitu Allah.
Allahualam
Sunday, December 2, 2012
Renungan teman hujan
Akhir-akhir ini merasa sulit sekali untuk khusuk dalam sholat, sungguh sedih. karena diri sadar sekali bahwa sholat ngga bisa khusuk. berusaha sekuatnya untuk focus dalam sholat, tapi sering pikiran tiba2 mengembara kemana. teringat urusan2 yang sepele. mengapa, tersadar, sungguh pastilah banyak sekali dosa, sehingga terhalang untuk bermesra dengan NYA.
Kemudian berusaha untuk beristighfar di setiap waktu, sambil dalam hati memohon semoga dosa2 terampuni, agar nikmat sholat khusuk bisa teraih kembali. Tapi tobat memang tidak boleh di bibir saja, beristigfar mohon ampun tidak hanya di ucap saja, tapi juga perilaku yg harus di ubah, sungguh naiv karena tidak tahu perilaku yang mana yg salah, merasa diri sudah "alim", sudah banyak ibadah, padahal sudahkah ikhlas, sudahkan sesuai yg dianjurkan. Sungguh ini yang sangat berbahaya, tidak sadar berbuat dosa dan merasa segala amal terangkat kepadaNYA. Merasa diri suci.
Ya Allah yang menggenggam jiwa dan fikiranku, hanya dengan pertolongan dan petunjukmu sholat, hidup dan matiku tidak akan sia2. Bimbing setiap nafas dan langkah ini untuk menggapai cintaMU. Sinari qolbu ini agar tak tertipu oleh diri sendiri, terbersih dari segala hal yang merusak jernihnya hati.
Sungguh apalah arti semua yang dipunya (ilmu tinggi, jabatan yang tinggi, harta yang melimpah, keluarga yang sempurna, dan teman yang banyak pula) bila sholat tidak bisa khusuk, tidak bisa tepat waktu, dan tidak sesuai dengan yang diajarkan oleh Rosul SAW. Karena sholat adalah tujuan utama diciptakannya kita, yaitu menyembahNYA.

“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka menyembahKu”. [Adz-Dzariyat: 56]
Bila hidup bukan untuk Pencipta kita, lalu apalah guna.
Allahualam bissowab
Friday, November 30, 2012
Sleep tight
الْحَمْدُ لِلَّـهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Sungguh, salah satu saat yang begitu membuat bahagia tak terjabarkan adalah ketika melihat anak tidur terlelap.
Sungguh, salah satu saat yang begitu membuat bahagia tak terjabarkan adalah ketika melihat anak tidur terlelap.
Wednesday, November 28, 2012
Seandainya kita bisa akrab dengan Al-Qur'an dan Hadist lebih dari akrabnya kita kepada gadget kita (GPS : penunjuk arah. Handphone atau tablet/ komputer sebagai pencari informasi apa saja. play staytion, WII atau pun gadget game lainnya sebagai hiburan, dsb), maka sungguh kan lebih indah dan terarahnya hidup kita.
ada virus hati yang masuk, anti virus secara otomatis meremove, atau bila ada yang sudah merasuk akan di scan kemudian dihapus otomatis. bila bingung mau dibawa kemana hidup ini, GPS penunjuk arah hidup kita yaitu Allah SWT akan mengarahkan kita ke tujuan yang tepat. bila ada masalah kita bisa Googling dari Qur'an ataupun hadist untuk rujukan penyeleseian. bila bingung dengan apa kita isi waktu luang kita, dari pada main game atau sibuk ngutak-ngatik komputer buat social network, kita bisa baca Qur'an untuk penenang dan menambah kuatnya iman. sungguh Islam is way of life.
ada virus hati yang masuk, anti virus secara otomatis meremove, atau bila ada yang sudah merasuk akan di scan kemudian dihapus otomatis. bila bingung mau dibawa kemana hidup ini, GPS penunjuk arah hidup kita yaitu Allah SWT akan mengarahkan kita ke tujuan yang tepat. bila ada masalah kita bisa Googling dari Qur'an ataupun hadist untuk rujukan penyeleseian. bila bingung dengan apa kita isi waktu luang kita, dari pada main game atau sibuk ngutak-ngatik komputer buat social network, kita bisa baca Qur'an untuk penenang dan menambah kuatnya iman. sungguh Islam is way of life.
catatan Rabo pagi teman ngopi
Terpanjangkannya umur bukan untuk disiakan, meski hanya
sedetik.
Tersehatkannya badan memang untuk dimanfaatkan, dijalan yang
di ridhoi.
Terberkahnya rejeki bukan untuk dihamburkan, tapi ada tujuan
pasti.
Karena semua yang terkarunia
akan ditunggu pertanggungjawabannya nanti.
Jika orang pinter ngumpul hanya dengan orang pinter saja
bagaimana mengukur pinternya, karna kalo pinter tidak bermanfaat untuk yang
butuh, apalah guna. Bila ilmu belum diamalkan atau disebarkan, dimana berkah
dan manfaatnya, yang ada hanyalah sia-sia.
Bila orang kaya semakin menumpuk harta, dan hanya mau
bergaul dengan yang berada saja, apalah arti intan permata bila tak bisa
membantu orang papa. Tidak ada harganya.
Resapi dan rasakan ketika kita mampu berguna buat yang lain
atau bisa membuat bahagia yang lain, kita akan jauh lebih bahagia. Kita akan
tersenyum bila bisa membuat orang disekitar kita tersenyum. Apalagi orang2
terdekat kita : pasangan, anak, orangtua, saudara, tetangga, teman dan sahabat,
dan siapa saja yang ada disekitar kita.
Sungguh hidup hanya sesaat, tebar banyak manfaat. Apa yang
harus di bangga bila diri tak punya bekal mati.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Surah BERMEGAH-MEGAHAN (At-Takatsur)
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
Bermegah-megahan telah melalaikan kamu [1]. (1) sampai kamu masuk ke dalam kubur. (2)Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui [akibat perbuatanmu itu], (3) dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui. (4) Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, (5) niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim, (6) dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan ’ainul yaqin [2], (7) kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang keni’matan [yang kamu megah-megahkan di dunia itu]. (8)
Subscribe to:
Posts (Atom)


















