Showing posts with label Nasehat. Show all posts
Showing posts with label Nasehat. Show all posts

Saturday, March 23, 2013

Jitakan Sabtu siang

"Inget nduk,diatas langit itu masih ada langit"
"Diatas orang pinter itu masih ada orang yang lebih pinter"

"Padi itu semakin berisi semakin merunduk"
"Orang itu semakin berilmu akan semakin banyak sujud"

Jadi jangan merasa sudah pinter, sudah banyak ilmumu, sudah lebih baik dari orang lain. seharusnya semakin banyak ilmumu itu akan membuatmu semakin dekat dengan Penciptamu, semakin membuatmu sayang dengan lingkunganmu, semakin membuatmu mengerti bagaimana bersikap kepada sanak, sodara, dan karibmu, semakin membersihkan hatimu dari sombong; iri;dengki;congak. kalo kamu merasa lebih baik nduk, periksa lagi hatimu, mungkin sedang bengkak. obati nduk sebelum terlambat. banyak ilmu itu seharusnya membuatmu semakin mengerti bagaimana berjalan, bukan makin tersesat nduk.

ilmumu itu sebenarnya seberapa tho? wong belajar juga baru saja. merasa banyak sekolah? sekolah apa nduk? sekolah hidup atau bukan? mungkin mata, telinga, dan fikiranmu sekolah, tapi hatimu belum. rugi nduk,,kamu rugi.

sono banyak tirakat, banyak tafakur, banyak tadzakur. merenung yang benar sebelum hidupmu berakhir sia-sia dengan sombongmu nduk. kalo kamu sombong gimana ilmu yang benar bisa masuk?

sabarlah terhadap kesombonganmu, hilangkan. sujud yang benar, yang khusuk. kamu itu cuma setitik debu, danging yang bisa mondar-mandir sambil nggendong dosa segunung tapi ngga sadar.

#edisiDijitakBapak

Friday, February 1, 2013

Pentingnya Sholat

Bismillahirohmanirrohim

Mengutip dari youtube lecture yang di bawakan oleh Syeikh Yasir Qodhi dalam seri Siroh Nabi Muhammad s.a.w, yang beliau bawakan di Islamic Center of Memphis TN, pada bab Isro' Mijroj.

Bahwa, ketika Rosul Muhammad s.a.w dalam perjalanan menuju baitul maqdis beliau melihat nabi Musa a.s dan nabi Ibrohim a.s sholat di dalam kuburr mereka. kemudian ketika Rosul s.a.w sampai di baitul maqdis beliau juga melakukan sholat 2 roka'at dan pada saat beliau melakukan salam beliau melihat puluhan ribu nabi dan ambiya sholat dibelakang Beliau s.a.w (salah satu alasan mengapa Rosul s.a.w di sebut Sayidil ambiyai wal mursalin). kemudian ketika beliau naik kelangit dan sampai di baitul makmur jibril menjelaskan bahwa setiap hari 70.000 malaikat masuk dan sholat di baitul makmur, dan setiap hari adalah malaikat yang baru yang berbeda.

Wahyu perintah sholat fardhu sendiri diterima dengan istimewa, yaitu Rosul s.a.w naik kelangit sampai di Sidrotul Muntaha. berbeda dengan wahyu yang lain yang tidak membutuhkan beliau untuk naik ke langit. dan  dalam proses penerimaannya terjadi "negosiasi", yang awalnya perintah sholat itu adalah 50 kali dalam sehari semalam, menjadi hanya 5 kali saja. dimana jumlah itu masih sering terasa berat untuk melaksanakannnya bagi umat muslim, apalai bila diwajibkan 50 roka'at dalam sehari semalam.

Syeikh Yasir Qodhi juga menjelaskan hitungan mengenei sholat 50 roka'at itu bisa kita laksanakan setiap hari. 17 Roka'at sholat fardhu, 12 roka'at sholat sunah rowatib, 8 rokaat tahajud + 3 witir, 8 roka'at sholat sunah dhuha.

Sungguh bila disadari dengan hati dan iman yang kuat, sholat itu sangat penting, itulah salah satu tujuan mengapa jin dan manusia diciptakan, yaitu untuk menyembah Allah SWT. Bila baik sholat seseorang akan membimbing baik pula perilaku yang lainnya. Sholat juga merupakan amal pertama yang akan di hisab. dan tentu masih banyak lagi penting dan manfaat dari sholat.

Namun mengapa, sungguh masih sering susah khusuk, berat bertahajud, selalu ada alasan untuk tidak berdhuha. Semoga Allah menolong kita untuk menyembah NYA dengan baik dan benar sesuai dengan apa yang diperintahkanNYA. Lahaula wala quwata illa billah.

Hayya 'alash sholah .....Mari menunaikan sholat

Hayya 'alal falah...........Mari meraih kemenangan

Allahu alam

Wednesday, November 28, 2012

catatan Rabo pagi teman ngopi

Terpanjangkannya umur bukan untuk disiakan, meski hanya sedetik.
Tersehatkannya badan memang untuk dimanfaatkan, dijalan yang di ridhoi.

Terberkahnya rejeki bukan untuk dihamburkan, tapi ada tujuan pasti.
Karena semua yang terkarunia akan ditunggu pertanggungjawabannya nanti.


Jika orang pinter ngumpul hanya dengan orang pinter saja bagaimana mengukur pinternya, karna kalo pinter tidak bermanfaat untuk yang butuh, apalah guna. Bila ilmu belum diamalkan atau disebarkan, dimana berkah dan manfaatnya, yang ada hanyalah sia-sia.

Bila orang kaya semakin menumpuk harta, dan hanya mau bergaul dengan yang berada saja, apalah arti intan permata bila tak bisa membantu orang papa. Tidak ada harganya.

Resapi dan rasakan ketika kita mampu berguna buat yang lain atau bisa membuat bahagia yang lain, kita akan jauh lebih bahagia. Kita akan tersenyum bila bisa membuat orang disekitar kita tersenyum. Apalagi orang2 terdekat kita : pasangan, anak, orangtua, saudara, tetangga, teman dan sahabat, dan siapa saja yang ada disekitar kita.

Sungguh hidup hanya sesaat, tebar banyak manfaat. Apa yang harus di bangga bila diri tak punya bekal mati.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~


Surah BERMEGAH-MEGAHAN (At-Takatsur)
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
Bermegah-megahan telah melalaikan kamu [1]. (1) sampai kamu masuk ke dalam kubur. (2)Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui [akibat perbuatanmu itu], (3) dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui. (4) Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, (5) niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim, (6) dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan ’ainul yaqin [2], (7) kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang keni’matan [yang kamu megah-megahkan di dunia itu]. (8)

Thursday, October 18, 2012

Jeweran diri



Sungguh malu bilamerasa diri lebih dari yang lain. Lebih baik, lebih cantik, lebih kaya, lebih pintar, lebih sholeh etc. apa yg ada di diri semuanya adalah amanah dan titipan. Bahkan jiwa dan raga ini. Apakah sudah menjaga dan memanfaatkan dijalan yang dicintai oleh PEMILIKnya. Pun kita tidak tau apa amal diterima atau dosa terampuni.

Sungguh lebih malu lagi bila merasa diri tidak seberuntung or
ang lain. Bila semua karunia yang terlimpah tidak mampu mensyukuri satu persatu dengan benar. Mulai dari nikmat waktu, nikmat sehat lahir dan batin(jiwa & Raga), nikmat anak/istri/suami/orang tua/sanak & saudara, teman/sahabat/karib, etc. dan tentu masih banyak nikmat yg tak terhitung dan tdk akan kita mampu menghitungnya.

Kadang terlalu sibuk melihat rumput tetangga, membuat lupa rumput, bunga, pohon dan tanaman yg lain punya kita sendiri. Yang kadang malah menurut orang lain lebih hijau dan subur. 




********************************************************************************

Berhati hati dalam berkata kadang masih bisa membuat yg lain luka, apalagi lidah yg kurang terjaga. Pun ada pepatah bilang "mulutmu haraimau mu". maka selamatnya sodara dari mulut dan lidah kita sungguh hal yg penting untuk dijaga. 

Abdullah bin Umar radhiyallahu’anhuma mengatakan bahwa Nabi saw bersabda, “Orang Islam itu adalah orang yang orang-orang Islam lainnya selamat dari lidah dan tangannya
 dan orang yang berhijrah (muhajir) adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah.” [HR. Bukhari] Abu Musa radhiyallahu’anhuma berkata, “Mereka (para sahabat) bertanya, Wahai Rasulullah, Islam manakah yang lebih utama?’ Beliau menjawab, ‘Orang yang orang-orang Islam lainnya selamat dari lidah dan tangannya. “‘[HR. Bukhari]

Allah membuat lidah terbalut (dilindung) oleh tulang (gigi) dan daging (mulut), agar lebih terjaga geraknya. 



Wednesday, September 26, 2012

Indah bila mengerti




Bismillahirrahmannirrahim. Nasehat untuk diri yang ku toreh disini.

Kalo hidup memberimu lemon, ya cari gula dan tambah air, jadi deh lemonade, yang segar untuk hari yang panas (saduran dari ungkapan di buku La Tahzan)

Kalo nasi sudah jadi bubur, ya cari caque, tambah bawang goreng sama kuah, jadi deh bubur ayam yang lezat untuk sarapan. ( dari salah satu tausiahnya Aa Gym)

Yup, kadang dalam perjalanan hidup, kita menemui berbagai masalah yang membuat hidup berat dan terasa asam. Atau kadang kita berbuat sesuatu yang membuat kita menyesal. Itu semua wajar. Itu sudah menjadi bagian indah menjadi manusia. Yang terpenting adalah kita jangan terlarut dalam masalah atau penyesalan. Kita ambil hikmah, pelajaran dan sisi positif dari nya. 

Kadang2, masalah2 tersebut sengaja didatangkan Allah untuk kita sebagai wujud cinta-Nya kepada kita, karena keseringan kalo pas ada masalah saja kita mendekatkan diri kepada Allah. Pas ada masalah kita akan tambah amalan ibadah kita, kita tambah sholat kita, puasa kita, sedekah kita, ataupun bacaan qur'an kita. Dan setelah masalah itu selesei, kita nyantai lagi. Yang penting wajib sudah dijalankan ya sudah beres, bahkan kadang sudah ngga terlalu khusuk lagi. Nah kita akan mendekat lagi kalo masalah datang lagi. Kok, kalau butuh saja baru datang. Coba kalau teman kita seperti itu, mereka datang ke kita kalau ada perlunya, tentu kita sedih atau marah kan. Tetapi Allah Maha penyayang Maha pengampun, Allah justru akan mengingatkan kita lagi agar kita terus kembali kepada_Nya. 

Dan juga, segala kejadian di dunia ini sudah tergaris dan tertulis, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya yang pertama kali diciptakan Allah adalah qalam (pena). Allah berfirman kepada qalam tersebut, “Tulislah”. Kemudian qalam berkata, “Wahai Rabbku, apa yang akan aku tulis?” Allah berfirman, “Tulislah takdir segala sesuatu yang terjadi hingga hari kiamat.” (HR. Abu Daud. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Shohih wa Dho’if Sunan Abi Daud). Dari artikel Memahami Takdir Ilahi — Muslim.Or.Id by null. Jadi setiap masalah yang datang itupun sudah tergaris, dan itu bisa jadi cara Allah memberikan pemahaman kepada kita. Jadi tugas kita hanyalah berpandai-pandai menjadikan setiap masalah sebagai alat untuk mendekatkan diri pada _NYA.

Bila, kita sudah terlanjur berbuat sesuatu yang seharusnya tidak kita perbuat. Seperti kita punya masa lalu yang suram, atau ketika kita merasa terlanjur membuat diri masuk dalam situasi yang tidak menguntungkan, maka bagaimana kita menjadikannya pelajaran buat kita, buat anak cucu kita, jangan sampai sesal yang kita alamai terjadi pada anak cucu keturunan kita. 
Sebagai contoh waktu muda kita banyak bersantai atau berhura-hura, tidak memanfaatkan waktu muda ( yang kita masih penuh semangat dan tenaga juda belum banyak beban tanggungjawab), untuk mengumpulkan bekal masa sekarang, sehingga sesal baru terasa. Misal, mengapa dulu aku sekolah ngga serius ya, mangapa aku ngga belajar baca qur'an dari dulu ya, mengapa aku tidak belajar ilmu agama dari waktu muda dulu ya. Sekarang sudah berumahtangga, sudah ada tanggung jawab istri/ suami dan anak2 sehingga mungkin waktu tidak seluang saat masih sendiri. Kalau bisa ini jangan sampai terjadi pada anak cucu kita. 

Bila kita merasa pada situasi yang kurang menguntungkan, misalnya tempat kerja yang kurang kondusif, entah merasa bos tidak adil, atau perusahaan tidak berkembang, rekan kerja yang sikut sana sikut sini, sudah tidak di indahkan lagi Sariah di dalamnya ; ataupun bila kita merasa Rumah tangga kita kurang harmonis, kurang bahagia. Suami yang belum bisa jadi imam, istri yang belum mau maksimal mengurus anak dan rumah, atau anak2 yang susah diatur. Sebaiknya kita tetep berfikir positif sebagai penyemangat kita, seperti ungakapan Salim A Fillah dalam salah satu tweet nya : Kadang terasa betapa gelap segala disekitar diri, sesekali lalu kita harus curiga mungkin kitalah yang dikirim Allah sebagai cahaya. Ini bukan bermaksud meng Ge Er kan diri atau merasa diri lebih baik dari orang disekitar kita, ini adalah pikiran percaya diri positif, mungkin kita lah yang punya ide2 untuk pembaharuan tempat kerja kita. Mungkin pasangan dan keluarga kita butuh kita untuk menjadikan rumah tangga kita bercahaya. 

Jadi kalo hidup terasa asam, atau nasi kita terlanjur jadi bubur, mari berfikiran positif mari bangkit membuatnya jadi indah bermakna dan bermanfaat. Jadikan ini ladang amal ibadah meraih Ridho dan Cinta NYA. SEMANGAT. Bismillah. Allahuakbar